About Us  |   Contact Us
komponen_metal_detector1.jpg

Komponen-Komponen Pada Metal Detector

 


Metal detector
merupakan sebuah instrument elektronik yang memanfaatkan mekanisme elektromagnetik untuk melacak kandungan metal pada sebuah objek. Umumnya metal detector terdiri dari 3 komponen utama, yaitu:

  1. Transmitter coil.
  2. Receiver coil.
  3. Standard wave analyzer.


Transmitter coil merupakan sebuah kumparan yang berfungsi sebagai penghasil atau pemancar gelombang elektromagnetik, karena berdasarkan prinsip dasar elektromagnetik yaitu “Saat kumparan diberi tegangan AC (alternating Current), maka pada kumparan tersebut akan timbul medan magnet”. Gelombang elektromagnet ini nantinya akan diterima oleh receiver coil yang diletakkan di dekat transmitter coil antara transmitter dan receiver, nantinya akan diberi ruang untuk melewati objek yang akan diuji kandungan metalnya.

Jika benda logam melewati metal detector, maka gelombang yang ada menjadi terganggu dan standard wave analyzer akan memberitahukan bahwa ada ketidakseimbangan gelombang. Fungsi standar wave analyzer disini yaitu sebagai regulasi induksi gelombang elektromagnetik antara transmitter coil dan receiver coil. Standar wave analyzer ini terhubung ke control unit yang nantinya akan mengontrol sistem yang ada pada metal detector seperti bunyi alarm, mengaktifkan lampu indicator, menghentikan atau membalik putaran motor, memisahkan objek yang terdeteksi mengandung metal pada conveyor belt metal detector. Untuk lebih jelasnya, mekanisme kerja metal detector dapat dilihat pada ilustrasi berikut:

 


Gambar 1. Illustrasi mekanisme kerja metal detector


Pengaplikasian metal detector saat ini sangatlah luas, misalnya saja untuk sistem keamanan, arkeolog, untuk industri (untuk quality control), dll. Untuk sistem keamanan mungkin sudah sering kita lihat di bandara dan tempat-tempat penting lainnya.

Untuk aplikasi di industri contohnya pada industri makanan, farmasi, textile, garment, kimia, plastik, dan industri pengepakkan. Metal detector untuk industri ini disebut dengan istilah industrial metal detector. Contoh penggunaan metal detector pada industri makanan misalnya, kontaminasi makanan oleh pecahan logam dari mesin pengolahan yang rusak selama proses manufaktur adalah masalah keamanan utama dalam industri makanan. Untuk itu perlu dilakukan quality control dengan menggunakan metal detector sebelum makanan tersebut dikemas. Detektor logam untuk tujuan ini banyak digunakan dan diintegrasikan ke dalam line produksi.

Itulah sebabnya mengapa metal detector perlu dipasang pada industri-industri yang memproduksi bahan makanan atau pengolahan makanan. Bila anda berkecimpung di bidang ini, pastikan produk anda aman untuk dikonsumsi, dengan memasang metal detector di pabrik anda. Dan bila anda konsumen produk makanan, pastikan anda hanya membeli produk yang telah mengaplikasikan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), yang salah satu persyaratannya adalah memiliki industrial metal detector.

Praktek saat ini di pabrik industri garment atau pakaian jadi untuk menerapkan pendeteksian logam setelah pakaian yang benar-benar dijahit dan sebelum pakaian dikemas, terlebih dahulu diperiksa apakah ada kontaminasi logam (jarum, jarum patah, dll) dalam pakaian. Hal ini perlu dilakukan untuk alasan keamanan.




Produk Terkait dengan artikel Komponen-Komponen Pada Metal Detector